Metrolacaknews.com, Bulucenrana – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja pribadi bertajuk CERIA (Cegah Karies melalui Edukasi dan Demonstrasi Menyikat Gigi) di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada 20–23 Juli 2026.
Program ini menyasar 78 siswa kelas III dari empat sekolah dasar, yakni SD Negeri 2 Otting, SD Negeri 4 Otting, SD Negeri 6 Otting, dan SD Negeri 9 Otting. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai upaya pencegahan karies sejak usia dini.
Program CERIA disusun berdasarkan masih tingginya angka kejadian karies pada anak usia sekolah yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan serta kebiasaan menyikat gigi yang belum sesuai dengan anjuran kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dan pihak sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selanjutnya, mahasiswa memberikan penyuluhan interaktif yang membahas pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penyebab karies, fungsi setiap jenis gigi, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta teknik menyikat gigi yang benar.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi menyikat gigi menggunakan model gigi (phantom) dan sikat gigi. Melalui metode ini, para siswa tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan langsung teknik menyikat gigi sesuai tahapan yang benar. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.
Penanggung jawab kegiatan, Lisdayanti, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa program CERIA tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga bertujuan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Melalui program CERIA, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga mampu menerapkan teknik menyikat gigi yang benar dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko terjadinya karies dapat diminimalkan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Selama penyuluhan berlangsung, para siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi, serta mempraktikkan teknik menyikat gigi sesuai arahan yang diberikan.
Salah seorang peserta, Ahmad Naufal Zaker dari SD Negeri 2 Otting, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Sekarang saya tahu cara menyikat gigi yang benar dan kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Saya akan mencoba melakukannya setiap hari di rumah,” tuturnya.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test dan observasi selama kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penyebab karies, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta langkah-langkah menyikat gigi yang benar. Selain itu, sebagian besar peserta juga mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi sesuai dengan tahapan yang telah didemonstrasikan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi praktik secara langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan siswa dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut.

Melalui program CERIA, diharapkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat siswa sekolah dasar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut terus meningkat. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut di Desa Bulucenrana.
Dengan terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan masyarakat, diharapkan kebiasaan menyikat gigi yang benar dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menurunkan risiko terjadinya karies pada anak usia sekolah.
Update terakhir: 23 Juli 2026 14:31














