MetroLacakNews.com, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja CERIA (Cegah Karies melalui Edukasi dan Aksi Sikat Gigi) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (20/07/2026) di UPT SDN 1 Sereang dan dilanjutkan pada Selasa (28/07/2026) di UPT SDN 3 Sereang, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah.
Pada pelaksanaan kegiatan di UPT SDN 1 Sereang, peserta yang terdiri atas siswa kelas V terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai kesehatan gigi dan mulut. Pre-test dilakukan secara interaktif menggunakan metode Benar atau Salah, di mana siswa menjawab setiap pertanyaan dengan mengangkat kartu berwarna hijau untuk jawaban benar dan kartu berwarna merah untuk jawaban salah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum penyampaian materi, penanggung jawab kegiatan, Insani Cahya Tosalili dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, membuka sesi dengan mengajukan pertanyaan mengenai pengalaman siswa mengalami sakit gigi. Hampir seluruh siswa mengaku pernah mengalami sakit gigi, yang menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut masih sering dialami oleh anak usia sekolah.
Materi edukasi difokuskan pada fungsi gigi dan mulut, struktur gigi, penyebab karies, serta cara pencegahannya melalui kebiasaan menyikat gigi secara rutin dengan teknik yang benar. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik sikat gigi bersama sesuai anjuran tenaga kesehatan, kemudian kegiatan diakhiri dengan post-test sebagai evaluasi.
Hasil evaluasi terhadap 19 siswa kelas V di UPT SDN 1 Sereang menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah edukasi diberikan. Pada pre-test, empat dari lima indikator pengetahuan telah dijawab benar oleh lebih dari 80 persen peserta, sedangkan satu indikator masih berada pada kategori 60–80 persen. Setelah edukasi, seluruh indikator mengalami peningkatan dengan 89,5–100 persen peserta menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga seluruh indikator mencapai kategori baik.
Program CERIA kemudian dilanjutkan di UPT SDN 3 Sereang yang diikuti oleh 16 siswa kelas II. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi mengenai fungsi gigi dan mulut, penyebab karies, pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta praktik sikat gigi bersama. Setelah seluruh rangkaian selesai, peserta kembali mengikuti post-test sebagai evaluasi.
Hasil evaluasi di UPT SDN 3 Sereang juga menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada pre-test, hanya dua dari lima indikator yang telah dijawab benar oleh lebih dari 80 persen peserta, sementara dua indikator lainnya masih berada pada kategori kurang dari 60 persen dan satu indikator berada pada kategori 60–80 persen. Setelah edukasi diberikan, seluruh indikator meningkat dengan 81,3–100 persen peserta menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga seluruh indikator pengetahuan mencapai kategori baik.
Selama sesi diskusi, masih ditemukan bahwa sebagian siswa belum memahami penyebab utama gigi berlubang serta waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut masih sangat diperlukan sejak usia sekolah agar anak-anak mampu membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara mandiri.
Berdasarkan hasil observasi, lebih dari 80 persen peserta di kedua sekolah aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi tanya jawab, penyampaian materi, hingga praktik sikat gigi bersama. Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif yang dipadukan dengan praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Kami berharap melalui program CERIA ini, siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan benar dan rutin setiap hari. Dengan demikian, risiko terjadinya karies dapat dicegah sejak dini sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik,” ujar Insani Cahya Tosalili.
Pelaksanaan program CERIA merupakan bentuk pengabdian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan gigi dan mulut. Melalui edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung, diharapkan siswa mampu membentuk kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui peningkatan literasi kesehatan dan pembentukan perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Update terakhir: 29 Juli 2026 13:59














