MetroLacakNews.com, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja BERANI (Belajar Rabies Sejak Dini) di dua sekolah dasar di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu UPT SDN 3 Sereang pada Selasa, 21 Juli 2026 dan UPT SDN 1 Sereang pada Selasa, 28 Juli 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai penyakit rabies, meliputi pengertian, cara penularan, upaya pencegahan, serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies.
Pelaksanaan kegiatan di UPT SDN 3 Sereang diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta sebelum mengikuti sosialisasi. Selanjutnya, Neneng Saila Salsabila selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan materi mengenai pengertian rabies, jenis hewan penular rabies, cara penularan, tanda-tanda hewan yang terinfeksi, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies. Peserta diberikan pemahaman bahwa luka gigitan harus segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian segera melapor kepada orang tua atau guru serta menuju fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pada sesi diskusi, hampir seluruh siswa menyampaikan bahwa mereka memiliki hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing. Setelah penyampaian materi dan sesi tanya jawab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil evaluasi terhadap 12 peserta menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 58,3 pada pre-test menjadi 80,8 pada post-test. Seluruh peserta (100%) memperoleh nilai post-test ≥60 serta mampu menyebutkan hewan penular rabies, memahami cara pencegahan, dan menjelaskan langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan kegiatan di UPT SDN 1 Sereang juga diawali dengan pre-test, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif mengenai rabies. Dalam sesi diskusi, sebagian besar siswa menyampaikan bahwa mereka memiliki hewan peliharaan berupa kucing dan anjing. Selain itu, banyak siswa mengaku sering bermain dengan hewan peliharaan maupun hewan liar di lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa interaksi siswa dengan hewan cukup tinggi sehingga edukasi mengenai rabies sangat penting diberikan sejak usia dini.
Setelah sosialisasi selesai, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap 22 peserta, nilai rata-rata meningkat dari 43,2 pada pre-test menjadi 88,2 pada post-test. Sebanyak 21 peserta (95,5%) memperoleh nilai post-test ≥60, sedangkan 1 peserta (4,5%) memperoleh nilai 50. Selain menunjukkan peningkatan pengetahuan, peserta juga mampu menyebutkan hewan penular rabies, memahami cara pencegahan, serta menjelaskan langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan penular rabies sesuai materi yang telah diberikan.
Penanggung jawab kegiatan, Neneng Saila Salsabila, berharap melalui program BERANI (Belajar Rabies Sejak Dini), siswa di UPT SDN 3 Sereang maupun UPT SDN 1 Sereang menjadi lebih waspada saat berinteraksi dengan hewan, mengetahui langkah penanganan yang benar apabila terjadi gigitan hewan penular rabies, serta mampu menjadi penyebar informasi mengenai pencegahan rabies di lingkungan keluarga dan masyarakat. Program ini merupakan wujud pengabdian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan rabies sejak usia dini melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan masyarakat.
Update terakhir: 28 Juli 2026 20:24














