MetroLacakNews.com, Makassar, 24 September 2026 — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Bina Desa Batch 2 menggelar edukasi literasi digital kesehatan bertajuk “FOMO to FACT: RACIK (Ruang Aksi Cerdas Informasi Kesehatan)” di UPT SPF SD Inpres Kera-Kera, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar siswa-siswi kelas 6 dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyaring dan memahami informasi kesehatan yang beredar di internet, khususnya di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar atau hoaks.
Penanggung jawab program, Siti Nur Haliza Yusrianto, menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap media sosial membuat anak-anak semakin mudah terpapar berbagai informasi dan tren kesehatan yang belum terverifikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui permainan kartu ‘FOMO or FACT’, kami berharap siswa tidak sekadar ikut tren, tetapi mampu memastikan kebenaran informasi dari sumber terpercaya sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” ujarnya.
Edukasi dikemas secara interaktif agar materi literasi digital lebih mudah dipahami oleh para peserta. Kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa mengenai informasi kesehatan.
Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Panitia membacakan sejumlah pernyataan dan situasi mengenai informasi kesehatan yang sering dijumpai di internet maupun media sosial.
Setiap kelompok kemudian berdiskusi untuk menentukan apakah informasi yang diberikan merupakan “FOMO” (tren yang belum tentu benar) atau “FACT” (fakta). Setelah menentukan pilihan, peserta mengangkat kartu jawaban yang telah disediakan.
Tidak berhenti pada permainan, setiap jawaban kemudian dibahas bersama. Para siswa diajak memahami alasan di balik setiap pilihan serta pentingnya memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.
Selain permainan edukatif, mahasiswa Bina Desa FKM Unhas juga membagikan buku saku literasi digital kesehatan yang dapat digunakan siswa sebagai panduan dalam mengenali dan menyaring informasi kesehatan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala UPT SPF SD Inpres Kera-Kera mengapresiasi edukasi yang diberikan karena dinilai dapat memberikan pengetahuan tambahan bagi peserta didik dalam menghadapi perkembangan informasi digital.
“Saya berterima kasih banyak atas terlaksananya kegiatan ini. Kami dari pihak sekolah sangat menantikan dan mendukung program-program positif seperti ini,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian post-test untuk mengevaluasi pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada kelompok yang memperoleh skor tertinggi dalam permainan “FOMO or FACT”.
Melalui kegiatan ini, Bina Desa Batch 2 FKM Unhas diharapkan dapat turut membangun budaya cerdas bermedia dan bijak dalam menerima informasi kesehatan sejak usia sekolah, sehingga siswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Update terakhir: 24 September 2026 13:07














