Metrolacaknews.com, Majjelling – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menetapkan lima prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui Seminar Akhir yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Majjelling, Kamis (16/7).
Seminar tersebut bertujuan memaparkan hasil pendataan kesehatan masyarakat sekaligus menetapkan prioritas permasalahan yang akan menjadi dasar penyusunan program pada tahapan PBL berikutnya. Kegiatan dihadiri oleh pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, kepala lingkungan, kader posyandu, serta perwakilan warga.
Koordinator Kelurahan Posko Majjelling, Ahmad Hizbul Khair, menjelaskan bahwa penetapan prioritas dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Proses penilaian menggunakan metode Pan American Health Organization (PAHO) untuk menentukan masalah kesehatan yang paling mendesak berdasarkan tingkat urgensi, besarnya dampak, dan kemungkinan penanganannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hasil penentuan prioritas ini merupakan kesepakatan bersama antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga diharapkan program yang akan dilaksanakan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.
Berdasarkan hasil FGD menggunakan metode PAHO, ditetapkan lima prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Majjelling, yaitu:
- Pengelolaan sampah rumah tangga.
- Hipertensi dan diabetes melitus.
- Perilaku merokok.
- Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang HIV.
- Kepesertaan BPJS Kesehatan yang belum mencapai 100 persen.
Kelima prioritas tersebut juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Penanganan penyakit tidak menular, pengendalian perilaku merokok, peningkatan literasi HIV, dan perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, pengelolaan sampah rumah tangga berkontribusi terhadap SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Kepala Kelurahan Majjelling, Sudirman, S.E., menyampaikan apresiasi atas proses pendataan partisipatif yang dilakukan mahasiswa FKM Unhas. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menentukan prioritas masalah merupakan langkah penting agar program yang dirancang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kami berharap hasil yang telah dirumuskan bersama ini dapat menjadi acuan dalam menyusun program kesehatan yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Majjelling,” katanya.
Kegiatan PBL I FKM Unhas telah berlangsung sejak 3 Juli dan dijadwalkan berakhir pada 17 Juli. Program ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian masyarakat yang akan berlanjut pada PBL II, yang berfokus pada pemetaan aset dan potensi wilayah, serta PBL III, yaitu pelaksanaan intervensi atau program pemecahan masalah berdasarkan hasil identifikasi yang telah ditetapkan.
Update terakhir: 23 Juli 2026 14:30














