MetroLacakNews.com, Mojong – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Alya Thalita Bilqis dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, melaksanakan Program Kerja Individu SIGAP (Sikat Gigi Anak Pintar): Edukasi dan Demonstrasi Teknik Menyikat Gigi yang Benar untuk Mewujudkan Senyum Sehat pada Anak Sekolah Dasar pada 22–23 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di SD Negeri 004 dan SD Negeri 005 Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan melibatkan siswa kelas II dan III.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan siswa dalam menyikat gigi dengan teknik yang benar sebagai upaya pencegahan karies gigi sejak usia dini. Edukasi kesehatan gigi dinilai penting mengingat karies masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yang ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak yang dilaporkan oleh Puskesmas.
Melalui Program SIGAP, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta membiasakan diri menyikat gigi dengan teknik yang benar secara mandiri. Materi yang disampaikan meliputi teknik menyikat gigi sesuai anjuran tenaga kesehatan, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, bagian-bagian gigi dan mulut yang harus dibersihkan secara menyeluruh, hingga kebiasaan yang perlu dihindari, seperti menyikat gigi terlalu keras, menyikat gigi pada waktu yang kurang tepat, maupun menggunakan sikat gigi secara bergantian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Selain menggunakan media presentasi, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Pelaksanaan program diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal siswa mengenai kesehatan gigi dan teknik menyikat gigi. Selanjutnya, Alya memberikan edukasi yang diperkuat dengan demonstrasi menggunakan phantom gigi dan sikat gigi agar siswa dapat melihat secara langsung tahapan menyikat gigi yang benar. Setelah seluruh materi disampaikan, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama siswa dan pihak sekolah.
Penanggung jawab program, Alya Thalita Bilqis, mengatakan bahwa kebiasaan menyikat gigi yang benar perlu dibentuk sejak usia sekolah dasar karena merupakan langkah preventif yang paling sederhana, efektif, dan mudah diterapkan untuk mencegah karies gigi.
“Edukasi kesehatan gigi tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap melalui Program SIGAP, anak-anak dapat membiasakan diri menyikat gigi minimal dua kali sehari sehingga kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga hingga dewasa,” ujarnya.


Pihak SD Negeri 004 dan SD Negeri 005 Desa Mojong menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program SIGAP yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Menurut pihak sekolah, penyampaian materi yang dipadukan dengan demonstrasi secara langsung membuat siswa lebih mudah memahami teknik menyikat gigi yang benar dibandingkan hanya melalui penjelasan teoritis.
Sekolah berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dalam meningkatkan derajat kesehatan anak, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Melalui sinergi tersebut, diharapkan dapat terwujud generasi yang memiliki senyum sehat, rasa percaya diri yang tinggi, serta kualitas hidup yang lebih baik.
Update terakhir: 25 Juli 2026 18:28














