MetroLacakNews.com, SIDRAP — Suasana ruang kerja Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) di lantai 5 gedung rektorat tampak hangat dan penuh semangat akademik. Dalam suasana diskusi santai namun berbobot, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Program Doktor (S3) Administrasi Publik untuk membahas secara mendalam enam dimensi kebijakan publik yang menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan makro.
Pertemuan tersebut berlangsung secara interaktif di ruang kerja rektor. Prof. Jamaluddin mengajak para mahasiswa menelaah hubungan antardimensi dalam administrasi publik sebagai kerangka berpikir yang penting bagi penelitian doktoral maupun praktik pemerintahan.
Menurutnya, mahasiswa tingkat doktor memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam mengawal kualitas kebijakan negara melalui riset yang ilmiah, kritis, dan berdampak bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai mahasiswa tingkat doktoral, Anda sekalian harus memahami bahwa kebijakan publik tidaklah berdiri sendiri. Ada enam dimensi yang saling terkait dan menentukan berhasil atau tidaknya program pemerintah dirasakan oleh masyarakat,” ujar Prof. Jamaluddin.
Enam Dimensi Kebijakan Publik
Dalam pemaparannya, Prof. Jamaluddin menjelaskan bahwa keenam dimensi tersebut bekerja sebagai satu kesatuan sistem yang tidak dapat dipisahkan.
1. Dimensi Kebijakan (Policy)
Proses dimulai dari perumusan kebijakan, yakni tahap ketika pemerintah mengidentifikasi persoalan publik, menetapkan prioritas, dan merancang solusi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
2. Dimensi Organisasi
Setelah kebijakan ditetapkan, dibutuhkan struktur kelembagaan atau birokrasi yang mampu menjalankan kebijakan melalui pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.
3. Dimensi Manajemen
Organisasi kemudian digerakkan melalui fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan terhadap penggunaan sumber daya dan anggaran.
4. Dimensi Etika dan Moral
Keberhasilan manajemen sangat dipengaruhi oleh integritas aparatur. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap etika publik menjadi benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan wewenang.
5. Dimensi Lingkungan
Kebijakan publik tidak pernah berjalan dalam ruang hampa. Faktor politik, ekonomi, sosial, budaya, dan dinamika masyarakat menjadi variabel eksternal yang harus dipahami agar kebijakan tetap adaptif.
6. Dimensi Akuntabilitas Kinerja
Seluruh rangkaian kebijakan pada akhirnya bermuara pada kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan hasil kerjanya secara transparan, terukur, dan dapat dievaluasi oleh masyarakat.
Diskusi berlangsung dua arah dan sangat dinamis. Para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji landasan teori, mendalami metodologi penelitian, serta mengaitkan topik disertasi mereka dengan implementasi kebijakan publik di tingkat daerah.
Di akhir pertemuan, Prof. Jamaluddin Ahmad berpesan agar mahasiswa S3 terus mengasah nalar kritis dan memperkuat unsur kebaruan (novelty) dalam setiap penelitian ilmiah yang dilakukan.
Ia juga menegaskan bahwa ruang rektorat di lantai 5 akan selalu terbuka sebagai ruang belajar yang inklusif, tempat bertemunya gagasan, penelitian, dan kolaborasi akademik untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan bangsa.
Update terakhir: 15 Agustus 2026 14:52














